KONTRUKSI STEREOTIP GENDER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MARGINALISASI PENDIDIKAN PEREMPUAN DI DESA WISATA ADAT SADE
DOI:
https://doi.org/10.55123/sabana.v5i2.8447Keywords:
Gender Stereotypes, Marginalization, Women, Education, Sade VillageAbstract
This study aims to explore how gender stereotypes toward women are reproduced within the social life of the Sade Traditional Tourism Village, Central Lombok, and to analyze their relationship with the level of formal educational attainment among girls in the community. Sade Village is a Sasak indigenous community that continues to preserve its traditional values, social norms, and customary regulations (awig-awig) as the foundation of everyday life. Despite the growth of tourism, these cultural practices continue to shape gender-based roles and expectations. This research employed a qualitative method using an empirical approach. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with ten local informants, including traditional leaders, parents, women weavers, and community members, and supported by documentation as complementary data. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the low level of formal educational attainment among women is strongly influenced by cultural stereotypes that confine women to domestic responsibilities. The obligation for girls to master weaving (nyesek) from an early age is regarded as an indicator of social readiness for marriage, causing formal education to be viewed as a secondary priority. As a consequence, women experience limited access to education, the persistence of gender-based marginalization, and the reproduction of unequal gender roles within the social and economic structure of the local tourism community.
Downloads
References
[1] N. Afifah, "Mengkaji ulang stereotip gender: Eksplorasi stereotip gender dalam konteks budaya matrilineal Minangkabau," Jurnal Dinamika Sosial Budaya, vol. 26, no. 1, pp. 93–104, 2024.
[2] W. Aolia, K. Sudiatmaka, and D. B. Sanjaya, "Kedudukan Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan Suku Sasak Lombok Dalam Pembagian Harta Waris (Studi Kasus di Dusun Adat Sade Kabupaten Lombok Tengah)," Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, vol. 3, no. 4, pp. 87–95, 2023.
[3] S. Azeharie et al., "Communication Patterns of Sasak Women Weavers: A Case Study in Sade Rembitan Village," Jurnal Sosiologi dan Humaniora, vol. 14, no. 2, pp. 115–128, 2023.
[4] S. Dewi and D. Primasti, "Perempuan, Daster dan Liyan: Domestifikasi Perempuan dalam Lagu 'Mendung Tanpo Udan'," Jurnal Komunikasi Nusantara, vol. 4, no. 1, pp. 45–53, 2022.
[5] M. Fauzan and I. Rahmawati, "Ketimpangan gender dalam akses pendidikan masyarakat pedesaan," Jurnal Pendidikan Sosial, vol. 9, no. 2, pp. 112–125, 2022.
[6] R. Hidayani and F. Malik, "Pernikahan usia dini dan kerentanan sosial perempuan adat," Jurnal Sosial Humaniora, vol. 15, no. 1, pp. 44–58, 2022.
[7] A. Hulaipah et al., "Ketidaksetaraan Gender terhadap Pendidikan dalam Bingkai Awig-Awig di Dusun Sade Desa Rembitan Kabupaten Lombok Tengah," Jurnal Sosiologi dan Pendidikan, vol. 5, no. 2, pp. 45–57, 2023.
[8] A. Iskandar and D. Permata, "Pendidikan perempuan dan transformasi sosial masyarakat adat," Jurnal Humanitas Indonesia, vol. 8, no. 1, pp. 77–91, 2024.
[9] A. Ismail, "Dampak peran perempuan dalam pembangunan masyarakat pedesaan transmigrasi," ALLIRI Journal of Anthropology, vol. 5, no. 1, 2023.
[10] D. Kartini, "Kesadaran gender dan transformasi sosial di masyarakat pedesaan Indonesia," Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Gender Indonesia, vol. 5, no. 1, pp. 1–14, 2020.
[11] D. Kurniasih and R. Abdullah, "Perempuan dan sektor ekonomi pariwisata budaya di Indonesia," Jurnal Pariwisata Nusantara, vol. 6, no. 1, pp. 90–104, 2024.
[12] F. Lestari and M. Anwar, "Budaya patriarki dan marginalisasi perempuan dalam masyarakat adat," Jurnal Sosiologi Reflektif, vol. 17, no. 1, pp. 56–71, 2022.
[13] M. Mispandi and M. Fahrurrozi, "Peran gender dalam mempertahankan tradisi merarik (kawin) adat Suku Sasak Dusun Sade Nusa Tenggara Barat," Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 2021.
[14] S. Mulyani, T. Hidayat, and N. Kamilah, "Relasi gender dalam pengembangan desa wisata adat," Jurnal Gender dan Masyarakat, vol. 5, no. 2, 2024.
[15] N. Nensilianti, "Manifestasi gender dalam struktur budaya spiritual masyarakat Toani Tolotang," Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 8, no. 2, pp. 135–145, 2017.
[16] A. Nugroho and R. Amalia, "Pendidikan perempuan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat desa," Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2021.
[17] S. Nuraini et al., "Internalisasi Nilai Patriarki dan Implikasinya terhadap Peran Sosial Perempuan di Masyarakat Adat," Jurnal Kajian Sosial dan Budaya, vol. 6, no. 1, pp. 88–102, 2022.
[18] T. A. Putri and E. Umilia, "Identifikasi Faktor Prioritas Pengembangan Desa Wisata Adat Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah di Masa New Normal," Jurnal Teknik ITS, vol. 11, no. 3, pp. D154–D159, 2022.
[19] I. Putra and G. Mahardika, "Pariwisata berbasis budaya dan kesetaraan gender di desa wisata Indonesia," Jurnal Kajian Pariwisata, vol. 4, no. 2, pp. 133–147, 2023.
[20] N. Ramadhani and H. Yusuf, "Reproduksi budaya patriarki dalam kehidupan sosial masyarakat adat," Jurnal Sosial dan Budaya, vol. 12, no. 2, pp. 66–81, 2023.
[21] D. Saputri and R. Firmansyah, "Pendidikan perempuan dan pembangunan kesejahteraan keluarga," Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, vol. 6, no. 1, pp. 88–102, 2021.
[22] L. Sari and A. Hidayat, "Dominasi simbolik dan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat tradisional," Jurnal Analisa Sosiologi, vol. 10, no. 2, pp. 155–169, 2021.
[23] N. Setianny, "NYÈSÈK's Cultural Transformation in the Sasak Tribe Community in Sade Tourism Village," ECS: Journal of Ethnographic and Social Studies, vol. 11, no. 2, pp. 112–126, 2024.
[24] D. Sulastri et al., "Hambatan Perempuan dalam Mengakses Pendidikan di Daerah Pedesaan," Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan, vol. 3, no. 2, pp. 56–69, 2021.
[25] Susmawati et al., "Kesetaraan Gender Sebagai Solusi Bagi Perempuan Sasak di Tengah Belenggu Hegemoni Budaya Nyesek," Rayah Al-Islam, vol. 7, no. 3, 2023.
[26] J. Tanamal and L. Nahuway, "Pernikahan dini dan marginalisasi perempuan Nuaulu," Public Policy, vol. 3, no. 1, pp. 73–90, 2022.
[27] P. Utami and E. Prasetyo, "Rendahnya pendidikan perempuan dan ketergantungan ekonomi keluarga," Jurnal Ekonomi dan Gender, vol. 7, no. 1, pp. 45–59, 2023.
[28] A. M. J. Yusuf and S. Torro, "Mobilitas sosial antargenerasi perempuan pada aspek pendidikan di Kelurahan Pai Kota Makassar," Pinisi Journal of Sociology Education Review, vol. 3, no. 2, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fiona Helga Milla, Indira Sabila Arsyad, Muh Aditya Bilal, Nurhalifah Nurhalifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




















