Analisis Komparatif Algoritma Paparan Media Sosial dan Pola Kebiasaan Sarapan terhadap Status Gizi Remaja

Authors

  • Shinta Widya Murti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muwakhidah Muwakhidah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Firmansyah Firmansyah Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.55123/insologi.v5i3.8472

Keywords:

Social Media, Breakfast Habits, Nutritional Status, Adolescents, BMI/Age

Abstract

This study aims to examine the relationship between the intensity of social media use and breakfast habits on the nutritional status of adolescents at SMP Negeri 6 Surakarta. The methodology employed was a cross-sectional design with a quantitative orientation and included 92 participants recruited using non-probability sampling techniques. Data collection regarding social media use was conducted using a validated questionnaire (Cronbach’s Alpha = 0.914), while breakfast habits were assessed using a 24-hour recall method over a one-week period, and nutritional status was evaluated using the Age-Adjusted Body Mass Index (BMI/A). Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The study findings revealed that the majority of participants (82.6%) fell into the category of optimal social media use, 76.1% had breakfast habits that met their energy needs, and 53.3% had a normal nutritional status. However, 32.6% of participants showed signs of overnutrition and 6.5% were obese. The statistical test results indicated no significant association between social media use and nutritional status (p=0.817), nor was there an association between breakfast habits—as assessed by energy (p=0.421), protein (p=0.628), fat (p=0.672), and carbohydrate (p=0.496) intake—and nutritional status. It can be concluded that adolescents’ nutritional status is not solely influenced by social media use or breakfast habits, but rather results from the accumulation of various factors such as the overall quality of daily dietary patterns, physical activity levels, and family socioeconomic conditions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affinita, A., Hamidah, K., Zulaekah, S., & Mutalazimah. (2017). Penyuluhan gizi dengan media komik untuk meningkatkan pengetahuan tentang keamanan makanan jajanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 67–73.

Agustian, H., & Kumala, R. (2018). Perbedaan asupan serat dan cairan berdasarkan tingkat pendidikan, status ekonomi, dan status gizi pada lansia di Provinsi Riau. Jurnal Gizi, 12(1), 16–25.

Aljuraiban, G. S., Stamler, J., Chan, Q., & Van Horn, L. (2023). Breakfast, macronutrient intake and diet quality: A cross-sectional study. Public Health Nutrition, 26(4), 789–797. https://doi.org/10.1017/S1368980022002530

Almatsier, S. (2020). Prinsip dasar ilmu gizi (Edisi revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Amalia, R., & Adriani, M. (2019). Hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku makan pada remaja. Media Gizi Indonesia, 14(2), 145–152. https://doi.org/10.20473/mgi.v14i2.145

Handayani, F., Lestari, R., & Pratiwi, D. (2023). Kebiasaan sarapan dan hubungannya dengan status gizi siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(1), 23–30.

Hidayat, A., & Sari, N. (2022). Hubungan asupan karbohidrat sarapan dengan status gizi remaja di perkotaan. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 88–96.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.

Melnyk, B. M., Jacobson, D., & Kelly, S. (2017). Teenagers mental and physical health following social media use. Journal of Adolescent Health, 50(3), 201–209. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2016.09.018

Muhilal, D., & Damayanti, E. (2019). Gizi remaja dan problematikanya. Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Nugroho, K. A., & Lestari, P. (2024). Determinan status gizi remaja sekolah menengah pertama di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 44–51.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Purnawinadi, I. G., & Lotulung, M. V. (2020). The relationship between breakfast habits and nutritional status in school children. Journal of Community and Public Health Nursing, 6(2), 103–110.

Putra, R., & Kurniasih, D. (2022). Asupan protein sarapan dan hubungannya dengan status gizi siswa SMP. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(1), 12–19.

Putri, A., & Sari, M. (2022). Penggunaan media sosial dan hubungannya dengan status gizi remaja di Jawa Tengah. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 78–85.

Rachman, A. (2023). Komposisi zat gizi sarapan dan kontribusinya terhadap pemenuhan AKG. Gizi Indonesia, 46(1), 15–24.

Rahman, F., & Dina, S. (2025). Intensitas penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap perilaku makan remaja. Jurnal Kesehatan, 12(1), 32–40.

Rahmawati, T., Dewi, S., & Kurniawan, A. (2023). Media sosial dan pola makan remaja: Tinjauan sistematik. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 110–119.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Sari, I., & Wulandari, R. (2022). Kecukupan energi sarapan dan status gizi siswa SMP di Surakarta. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 55–63.

Sutrisno, H., & Lestari, W. (2022). Asupan lemak sarapan dan korelasinya dengan status gizi remaja sekolah. Jurnal Nutrisi dan Gizi Terapan, 7(1), 30–37.

UNICEF. (2020). The State of the World's Children 2019: Children, Food and Nutrition. New York: UNICEF.

Yuliana, R., Pertiwi, A., & Setiawan, D. (2023). Peran protein sarapan terhadap pertumbuhan dan status gizi remaja. Jurnal Gizi Klinik, 20(2), 67–75.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Shinta Widya Murti, Muwakhidah, M., & Firmansyah, F. (2026). Analisis Komparatif Algoritma Paparan Media Sosial dan Pola Kebiasaan Sarapan terhadap Status Gizi Remaja . INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(3), 1166–1175. https://doi.org/10.55123/insologi.v5i3.8472

Issue

Section

Articles